Lebih Dekat dengan Sidang di Nyon

19NOL8.com — Pertemuan Inter dengan UEFA terkait Financial Fair Play menjadi topik yang menyita perhatian di kalangan interisti maupun pengamat sepakbola secara umum. Claudio De Carli dari Il Giornale melaporkan secara lebih mendetail tentang apa yang terjadi di Nyon. Berikut laporannya, seperti yang dikutip oleh FC Inter 1908:

Sekeluarnya dari gedung UEFA di Nyon, Presiden Erick Thohir memberi pernyataan pada media: "Sangat penting untuk bisa menyampaikan proyek kami dengan mereka [UEFA]. Kami menjelaskan model bisnis yang kami jalankan, serta manajemen dan struktur organisasi. Kami juga menyampaikan bahwa kami ingin membentuk klub yang mandiri, yang sesuai dengan semangat FFP. Keputusan kami untuk menunjuk personel-personel yang memiliki karier cemerlang, berpengalaman, dan berwawasan internasional adalah langkah yang penting."

Meski begitu, pada intinya, Thohir hanya ingin menyehatkan keuangan klub, dan "Memastikan Inter kembali bermain di Liga Champions."

Di dalam ruang 'sidang', ada Presiden UEFA Michel Platini. Ia bukanlah bagian dari Badan Pengendalian Keuangan Klub (Club Financial Control Body) UEFA, namun berperan dalam membuat pernyataan pada 25 September lalu, tentang pemanggilan beberapa klub (termasuk Inter) untuk diperiksa. Saat itu Inter didakwa 'bersalah' karena mengalami defisit lebih dari batas kewajaran (45 juta Euro) selama tiga musim berturut-turut.

Di dalam ruang sidang, Thohir ditemani CEO Michael Bolingbroke, COO Marco Fassone, CFO Michael Williamson, dan Direktur Pemasaran Claire Lewis. Para petinggi menyampaikan rencana lima tahun ke depan mereka, yang sudah disesuaikan dengan ketentuan FFP.

Saat ini Inter menghadapi defisit sebesar 180 juta Euro, namun mereka telah menyatakan diri sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi hal tersebut. Pertama adalah dengan melepas pemain-pemain bergaji tinggi, dan membatasi gaji pemain menjadi menjadi hanya 3,5 juta Euro pertahun. Hal ini terbukti efektif, karena menurut Direktur Olahraga Piero Ausilio, musim ini beban gaji Inter 'tinggal' 70 juta. Angka ini hanya separuh dibandingkan angka musim lalu (140 juta), dan hampir sepertiga beban gaji empat tahun lalu (180 juta). Kedua, dengan kesepakatan sponsor. Kerjasama dengan perusahaan pemasaran asal Swiss. Infront, setidaknya akan memberi Inter tambahan dana segar sebesar 20 juta Euro pertahun. Belum lagi dukungan dari sponsor utama Pirelli dan sponsor teknis Nike. Adapun bank Amerika Serikat, Goldman Sachs, siap membantu pemugaran Stadion Giuseppe Meazza (untuk menggelar final Liga Champions 2016) dengan dana mencapai 230 juta Euro.

"Strategi utama kami," ujar CEO Bolingbroke, "Adalah memperkuat lini bisnis melalui investasi tepat sasaran, serta meningkatkan pendapatan klub melalui ekspansi merek. Saya yakin Inter memiliki rencana yang solid, yang mampu membawa kami kembali menjadi klub 10 besar dunia, di dalam dan di luar lapangan."

Di sisi lain, UEFA menyampaikan bahwa mereka ingin klub segera mencapai titik impas (break even point) agar neraca keuangan kembali seimbang. UEFA juga menyampaikan bahwa mulai 2017 mendatang, defisit klub tidak boleh lebih dari 5 juta Euro. Angka ini memang terkesan 'menyeramkan', namun selama UEFA tidak mengubah tenggat waktunya, sepertinya tidak ada masalah. Sidang sendiri berjalan selama dua jam dua puluh menit, dari 11.00 hingga 13.20 waktu setempat. Di pintu keluar, Presiden Platini menyalami delegasi Inter.

Kini pihak Inter akan menunggu, karena pertemuan Jumat kemarin adalah pertemuan pertama. UEFA tidak akan memberi informasi apapun mengenai hasil sidang ini (sanksi), setidaknya hingga setelah pekan kedua bulan Desember. Saat itu, akan ada pertemuan kedua dimana Inter berkesempatan untuk membuat pengakuan, sehingga mereka bisa mendapat keringanan (mekanisme plea bargaining). Diperkirakan, Inter akan menerima sanksi pemblokiran pendapatan dari kompetisi Eropa, atau pembatasan dana yang boleh dikeluarkan di bursa transfer.

Previous
Next Post »